|
Profil Kebudayaan Indonesia
|
|
Senin, 23 Agustus 2010 |
|
Kang Ibing  SOREANG, KOMPAS.COM — Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Ridho Budiman Utama dan Dadang Rusdiana meminta karya-karya kang Ibing bisa dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal sekolah dasar di Jawa Barat. Sebelumnya, Ridho juga memimpin doa untuk Kang Ibing di hadapan belasan ribu massa dan simpatisannya, sebelum memulai kampanye terbuka di Terminal Cingcin, sehari setelah seniman dam komedian itu meninggal dunia. "Berbagai karya kang Ibing jangan hanya dimaknai sebatas "bobodoran" (lawakan) saja yang hanya memiliki muatan hiburan. Tapi juga memiliki muatan-muatan positif untuk meningkatkan mutu pendidikan lokal," kata Ridho, Minggu.
|
|
|
Wisata Budaya
|
|
Senin, 23 Agustus 2010 |
|
Benteng Keraton Buton.  KENDARI, KOMPAS.COM — Benteng Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, merupakan bangunan terunik di antara benteng yang ada di seluruh dunia. "Label sebagai benteng terunik di dunia itu sudah mendapat pengakuan dari Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia)," kata Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Provinsi Sultra, Ibrahim Marsela, di Kendari, Sabtu. Menurut Ibrahim Muri mencatat benteng peninggalan Kesultanan Buton itu sebagai benteng terunik di dunia karena konstruksi benteng dengan ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter hanya tersusun dari batu-batu gunung yang menggunakan perekat berupan adonan kapur dicampur cairan putih telur. "Di seluruh dunia, tidak ada benteng dengan konstruksi bangunan seperti itu. Pada umumnya, benteng dibangun menggunakan perekat berupa pasir dicampur semen. Itu sebabnya, Muri mencatatnya sebagai benteng terunik," katanya.
|
|
|
Karya Budaya
|
|
Senin, 23 Agustus 2010 |
|
GIANYAR, KOMPAS.COM — Wayang kulit jenis Hanoman yang dibuat para perajin wayang kulit di Bali sangat diminati wisatawan asing yang berkunjung ke pulau dewata tersebut. "Wayang jenis Hanoman ukuran 40 Cm x 15 Cm diminati wisatawan Jerman, Francis dan Australia,"? kata salah satu perajin wayang kulit I Wayan Purdana di warungnya Banjar Babakan, Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu. Ia menambahkan, wayang yang diwujudkan dengan kera putih terbuat dari kulit sapi itu dijual dengan harga Rp400 ribu sampai Rp700 ribu. "Tergantung tamu yang datang kalau berkunjung tanpa guide kami bisa kasih lebih murah, kalau dengan guide, kami jual lebih mahal karena guidenya ( pemandu wisata) mesti diberikan komisi," ujarnya.
|
|
|
Warisan Budaya
|
|
Senin, 23 Agustus 2010 |
|
MAROS, KOMPAS.COM — Rumah Kecapi, sentra produksi kerajinan tangan alat musik kecapi yang terletak di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, mampu memasarkan produknya hingga ke luar negeri. Pemilik usaha kerajinan, Ikrar, di Maros, Minggu, mengatakan, negara tujuan pemasaran produknya adalah Jepang, China, Australia, dan Ceko. Menurut dia, produk yang paling laris dipasarkan hingga ke luar negeri adalah alat musik kecapi ukuran standar, baik yang dilengkapi dengan ukiran, maupun tidak. "Minimal dalam satu bulan, terdapat 10 alat musik kecapi yang dikirim ke luar negeri," ujarnya. Bahkan, dalam minggu ini, ia sudah mendapatkan pesanan 500 miniatur kecapi dari Jepang.
|
|
|